Leading the Way in

Environmental Insights

and Inspiration

Leading the Way in
Environmental Insights and Inspiration

Bagaimana Avtur Terbentuk? Ini Proses Lengkap dari Minyak Mentah hingga Siap Digunakan

Environesia Global Saraya

10 April 2026

Avtur merupakan bahan bakar utama yang digunakan dalam industri penerbangan. Keandalannya sangat menentukan keselamatan dan efisiensi operasional pesawat. Namun, masih banyak yang belum memahami bagaimana avtur terbentuk dan melalui proses apa saja sebelum akhirnya digunakan sebagai bahan bakar pesawat. Artikel ini membahas secara lengkap proses terbentuknya avtur, mulai dari minyak mentah hingga menjadi bahan bakar berkualitas tinggi yang memenuhi standar internasional.

Apa Itu Avtur?

Avtur (aviation turbine fuel) adalah jenis bahan bakar berbasis hidrokarbon yang digunakan untuk mesin turbin pesawat. Jenis yang paling umum digunakan adalah Jet A-1, yang memiliki karakteristik khusus seperti:
  • Titik beku rendah agar tidak membeku di ketinggian
  • Stabilitas termal tinggi
  • Kandungan energi tinggi untuk efisiensi pembakaran
  • Kemurnian tinggi untuk mencegah gangguan pada mesin
Dibandingkan dengan bensin atau solar, avtur memiliki spesifikasi yang jauh lebih ketat karena digunakan dalam kondisi ekstrem, seperti suhu rendah dan tekanan tinggi.

Bahan Baku Avtur

Avtur berasal dari minyak mentah (crude oil), yaitu campuran kompleks berbagai senyawa hidrokarbon yang terbentuk secara alami di dalam bumi. Minyak mentah terdiri dari berbagai fraksi dengan rentang titik didih berbeda. Avtur termasuk dalam kategori middle distillate, yaitu fraksi menengah yang juga mencakup kerosin dan diesel ringan.
Namun, fraksi ini belum dapat langsung digunakan sebagai bahan bakar pesawat. Diperlukan serangkaian proses pengolahan di kilang minyak untuk menghasilkan avtur dengan kualitas yang sesuai standar.

Proses Terbentuknya Avtur di Kilang Minyak

1. Distilasi Fraksional

Proses awal dalam pembentukan avtur adalah distilasi fraksional. Pada tahap ini, minyak mentah dipanaskan dalam kolom distilasi untuk memisahkan komponen berdasarkan titik didihnya. Hasil dari proses ini adalah beberapa fraksi, antara lain:
  • Gas ringan
  • Bensin (gasoline)
  • Kerosin (bahan dasar avtur)
  • Solar (diesel)
  • Residu berat
Avtur berasal dari fraksi kerosin yang memiliki rentang titik didih sekitar 150–250°C.

2. Proses Pemurnian (Hydrotreating)

Fraksi kerosin yang dihasilkan dari distilasi masih mengandung pengotor seperti sulfur, nitrogen, dan senyawa aromatik yang tidak diinginkan.
Melalui proses hydrotreating, fraksi ini direaksikan dengan hidrogen pada tekanan dan suhu tinggi untuk:
  • Mengurangi kandungan sulfur
  • Meningkatkan stabilitas bahan bakar
  • Mengurangi potensi korosi pada mesin
Tahap ini sangat penting untuk memastikan kualitas dan keamanan avtur.

3. Proses Blending dan Penambahan Aditif

Setelah dimurnikan, bahan bakar akan melalui proses blending, yaitu pencampuran dengan komponen lain untuk mencapai spesifikasi tertentu. Selain itu, ditambahkan berbagai aditif untuk meningkatkan performa, seperti:
  • Antioksidan untuk mencegah degradasi
  • Anti-static untuk mengurangi risiko percikan listrik
  • Fuel system icing inhibitor untuk mencegah pembekuan air
Kombinasi ini menghasilkan avtur yang stabil dan aman digunakan dalam berbagai kondisi penerbangan.

Standar Kualitas Avtur

Di Indonesia, kualitas avtur diatur dalam Standar Nasional Indonesia (SNI) yang mengadopsi dan mengacu pada standar internasional seperti ASTM D1655 dan Def Stan 91-091. Penerapan standar ini bertujuan untuk memastikan bahwa avtur yang digunakan aman, andal, dan sesuai untuk operasional penerbangan dalam berbagai kondisi.
Secara umum, spesifikasi avtur dalam SNI mencakup beberapa parameter utama berikut:
Avtur harus memenuhi standar internasional yang ketat untuk menjamin keselamatan penerbangan. Beberapa standar yang umum digunakan antara lain:
  • ASTM D1655 (standar internasional untuk bahan bakar turbin penerbangan)
  • Def Stan 91-091 (standar dari Inggris untuk Jet A-1)
Parameter yang diuji untuk mendapatkan standar avtur yang baik antara lain titik beku, kandungan sulfur, flash point, densitas, dan stabilitas termal. Pengujian ini memastikan bahwa avtur dapat digunakan secara aman dalam berbagai kondisi operasional.

Distribusi Avtur Digunakan di Pesawat

Setelah memenuhi standar, avtur didistribusikan dari kilang ke bandara menggunakan:
  • Pipa (pipeline)
  • Kapal tanker
  • Truk tangki
Di bandara, avtur disimpan dalam tangki khusus dan diuji kembali sebelum digunakan. Proses pengisian ke pesawat dilakukan dengan sistem yang dirancang untuk mencegah kontaminasi.

Dampak Lingkungan dan Pengembangan Alternatif

Penggunaan avtur berkontribusi terhadap emisi gas rumah kaca, terutama karbon dioksida (CO₂). Industri penerbangan saat ini terus mengembangkan alternatif yang lebih ramah lingkungan, seperti:
  • Sustainable Aviation Fuel (SAF) berbasis biomassa
  • Bahan bakar sintetis dengan emisi lebih rendah
Meskipun belum sepenuhnya menggantikan avtur konvensional, pengembangan ini menjadi langkah penting menuju penerbangan yang lebih berkelanjutan.
Avtur terbentuk melalui proses panjang yang dimulai dari minyak mentah, dilanjutkan dengan distilasi, pemurnian, hingga penambahan aditif untuk mencapai standar kualitas tinggi. Setiap tahapan dirancang untuk memastikan bahwa bahan bakar yang dihasilkan aman, stabil, dan mampu mendukung kinerja pesawat dalam kondisi ekstrem. Dengan meningkatnya perhatian terhadap lingkungan, inovasi dalam bahan bakar penerbangan juga terus berkembang untuk menciptakan solusi yang lebih berkelanjutan.
 

Environesia Global Saraya

17 May 2023

environesia.co.id, Sukabumi - Menindaklanjuti kerjasama PT Environesia Global Saraya bersama Perhutani terkait Perijinan Pendirian Pabrik Serbuk Kayu Di Sukabumi Jawa Barat Tahun 2022 – PERHUTANI, Environesia menghadiri Rapat Koordinasi Pemeriksaan Formulir Kerangka Acuan (KA)) dalam rangka penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) untuk Rencana Pembangunan Pabrik Serbuk Kayu di RPH Hajuang Barat BKPH Lengkong, Kabupaten Sukabumi. Rapat ini diselenggarakan oleh Direktorat Pencegahan Dampak Lingkungan Usaha dan Kegiatan (PDLUK), Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. pada Rabu, (17/5) secara daring melalui pranala Zoom Meeting.

Rapat ini dipimpin Kasubdit Pengembangan Sistem Kajian Dampak Lingkungan Usaha dan Kegiatan - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutana, Farid Mohammad, ST., M.Env, serta dihadiri oleh Tim Pakar, Instansi Pusat dan Instansi Daerah baik Instansi di Provinsi Jawa Barat maupun Instansi di Kab. Sukabumi. Tujuan dari rapat koordinasi tersebut untuk membahas langkah-langkah penyusunan AMDAL yang tepat dan komprehensif dalam rangka pembangunan pabrik serbuk kayu yang direncanakan.

Rapat ini bertujuan untuk merumuskan lingkup dan kedalam metode studi Amdal, sehingga dapat mengarahkan Analisa Dampak Lingkungan (ANDAL) berjalan dengan efektif dan efisien. Selanjutnya PT Environesia Global Saraya menindaklanjuti seluruh Saran, Pendapat, dan Tanggapan yang telah disampaikan oleh para peserta Rapat.

Environesia sebagai Lembaga Penyedia Jasa Penyusunan (LPJP) Amdal yang dipercaya oleh Perum Perhutani, berkomitmen untuk memberikan kontribusi terbaik dalam proses penyusunan AMDAL ini, sehingga Pembangunan Pabrik Serbuk Kayu yang direncanakan dapat memenuhi prinsip-prinsip pembangunan yang berwawasan lingkungan. (admin/dnx)

Environesia Global Saraya

12 May 2023

environesia.co.id, Sleman – Tepat 7 tahun pada 3 Mei 2023, Environesia sebagai perusahaan konsultan lingkungan terdepan di Indonesia, merayakan "7th Year Anniversary Environesia Melampaui Batas”. Dikarenakan berdekatan dengan masa libur Idul Fitri 1444 H  seremoni dilaksanakan pada Senin, 8 Mei 2023 di lantai 3 Grha Environesia dihadiri oleh seluruh tim Environesia Group.

Puncak acara dilakukan dengan pemotongan tumpeng bersama oleh Direktur Utama Saprian, S.T., M.Sc., beserta jajaran Direksi lain seperti Direktur Keuangan Ayu Ramayani, S.E.,M.Ak., Direktur Operasional & Pengembangan Bisnis Andi Muhammad Faisal, S.T. dan Manajer Konsultan Yusuf Wiryawan, S.T., M.Ling. Bertepatan dengan suasana bulan Syawwal, pada agenda tersebut dialnjutkan acara halal bi halal serta jamuan prasmanan untuk makan siang.

Direktur Utama Saprian, S.T., M.Sc. mengungkapkan kebahagiannya melihat Environesia berhasil sampai ke titik tersebut, tidak lain karena dukungan tim yang selalu solid serta mitra kerja yang loyal.

Acara utama kemudian dilanjutkan dengan agenda Environesia Social Care, di mana Environesia membagikan 150 paket sembako kepada masyarakat yang tinggal di sekitar Grha Environesia, tepatnya di RW 42, Karangjati, Sinduadi, Mlati, Sleman. Ketua RW 42.

Rahmat Yunus selaku Kepala RW 42,mengungkapkan kebahagiannya karena Environesia dapat berbagi dengan masyarakat sekitar. Ia berharap agar Environesia semakin maju dan sukses serta dapat kembali berkolaborasi dengan masyarakat di masa depan.

Direktur Utama Saprian, S.T., M.Sc. juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat karena telah menerima keberadaan Environesia di lingkungannya. Ia berharap bahwa Environesia dapat terus hadir dan memberikan kontribusi positif kepada masyarakat di masa yang akan datang.

Dengan rangkaian kegiatan yang meriah, Environesia berhasil merayakan ulang tahun ke-7 dengan penuh kebahagiaan dan makna. Semoga Environesia terus memberikan solusi lingkungan yang berkelanjutan dan inovatif, serta dapat memperkuat kemitraan dan kontribusinya kepada masyarakat. (admin/dnx)

footer_epic

Ready to Collaborate with Us?

Dengan layanan konsultasi lingkungan dan uji laboratorium yang telah tersertifikasi KAN, Environesia siap menjadi solusi untuk kemudahan dan efisiensi waktu dengan output yang berkualitas