Leading the Way in

Environmental Insights

and Inspiration

Leading the Way in
Environmental Insights and Inspiration

Generasi Muda Bergerak: Aksi Nyata Melawan Perubahan Iklim

Environesia Global Saraya

10 February 2025

Perubahan iklim telah menjadi isu global yang semakin mendesak. Suhu bumi yang terus meningkat, pola cuaca ekstrem yang tak terduga, dan naiknya permukaan air laut adalah beberapa dampak nyata dari perubahan iklim. Apa sebenarnya perubahan iklim itu dan apa yang menyebabkannya? Mari kita bahas lebih dalam.

Perubahan iklim merujuk pada perubahan jangka panjang dalam pola cuaca global yang mencakup peningkatan suhu rata-rata bumi. Selain itu, perubahan ini juga menyebabkan pergeseran dalam pola curah hujan, yang mengarah pada ketidakstabilan dalam distribusi hujan di berbagai wilayah. Dampak dari perubahan iklim ini termasuk peningkatan frekuensi dan intensitas peristiwa cuaca ekstrem seperti badai, gelombang panas, dan kekeringan, yang mempengaruhi lingkungan dan kehidupan manusia secara signifikan.
Perubahan iklim yang kita alami saat ini sebagian besar disebabkan oleh aktivitas manusia. Pembakaran bahan bakar fosil dan deforestasi adalah contoh utama aktivitas yang melepaskan gas rumah kaca ke atmosfer, sehingga suhu bumi terus meningkat. Aktivitas manusia yang berkontribusi pada peningkatan perubahan iklim antara lain:
  • Pembakaran Bahan Bakar Fosil
Penggunaan bahan bakar fosil, seperti batu bara, minyak bumi, dan gas alam, adalah salah satu penyumbang terbesar emisi CO2. Energi yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil digunakan untuk menghasilkan listrik, menjalankan kendaraan bermotor, dan berbagai kegiatan industri, yang semuanya berkontribusi pada peningkatan konsentrasi CO2 di atmosfer.
  • Deforestasi
Deforestasi, atau penebangan hutan secara besar-besaran, juga memainkan peran penting dalam perubahan iklim. Hutan berfungsi sebagai penyerap karbon alami, yang menyerap CO2 dari atmosfer. Ketika hutan ditebang untuk keperluan pertanian atau pembangunan, kemampuan alam untuk menyerap CO2 berkurang, dan karbon yang sebelumnya tersimpan dalam pohon dilepaskan kembali ke atmosfer.
  • Pertanian
Sektor pertanian berkontribusi pada emisi gas rumah kaca melalui penggunaan pupuk sintetis dan aktivitas peternakan. Pupuk sintetis menghasilkan nitrous oksida (N2O), sedangkan pencernaan pada hewan ternak seperti sapi menghasilkan metana (CH4). Kedua gas ini adalah GRK yang sangat efektif dalam memerangkap panas di atmosfer.
  • Industri
Proses produksi di berbagai industri juga menghasilkan emisi gas rumah kaca. Industri-industri seperti semen, baja, dan kimia mengeluarkan berbagai jenis polutan, termasuk CO2 dan gas rumah kaca lainnya. Selain itu, banyak proses industri juga menghasilkan bahan kimia yang dapat memperburuk efek rumah kaca.
Perubahan iklim memiliki dampak yang sangat luas dan kompleks, memengaruhi hampir setiap aspek kehidupan di bumi. Beberapa dampak utama perubahan iklim meliputi:
  • Kenaikan suhu global: Mencairnya gletser, naiknya permukaan air laut, dan peningkatan frekuensi gelombang panas.
  • Perubahan pola cuaca ekstrem: Meningkatnya frekuensi dan intensitas badai, banjir, kekeringan, dan gelombang panas.
  • Kenaikan permukaan air laut: Ancaman bagi daerah pesisir dan pulau-pulau kecil.
  • Kerusakan ekosistem: Terumbu karang memutih, hutan terbakar, dan hilangnya keanekaragaman hayati.
  • Dampak kesehatan: Meningkatnya risiko penyakit menular, masalah pernapasan, dan malnutrisi.
Mengatasi perubahan iklim memerlukan berbagai solusi dan upaya mitigasi yang terintegrasi. Berikut adalah beberapa langkah kunci yang dapat diambil:
  • Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca: Setiap individu, komunitas, dan negara memiliki peran dalam upaya ini, mulai dari menghemat energi di rumah hingga mendukung kebijakan yang ramah lingkungan.
  • Reboisasi dan Konservasi Hutan: Melakukan reboisasi dan melindungi hutan yang ada dapat membantu menyerap CO2 dari atmosfer dan melindungi keanekaragaman hayati. Hutan yang sehat juga berfungsi sebagai penyangga terhadap perubahan iklim.
  • Pengembangan Energi Terbarukan: Beralih dari bahan bakar fosil ke energi terbarukan seperti tenaga surya, angin, dan hidroelektrik dapat mengurangi ketergantungan pada sumber energi yang merusak lingkungan.
  • Adaptasi Infrastruktur: Meningkatkan ketahanan infrastruktur terhadap dampak perubahan iklim, seperti banjir dan gelombang panas, dapat mengurangi kerusakan dan melindungi masyarakat dari risiko terkait iklim.
  • Pendidikan dan Kesadaran: Meningkatkan kesadaran tentang perubahan iklim dan dampaknya melalui pendidikan dapat mendorong tindakan individu dan kolektif untuk mengurangi dampak perubahan iklim.
Setiap orang dapat berkontribusi dalam upaya mitigasi perubahan iklim melalui tindakan sehari-hari, seperti mengurangi penggunaan energi, mendukung kebijakan ramah lingkungan, dan berpartisipasi dalam program-program konservasi. Komunitas juga dapat bekerja sama untuk menciptakan solusi lokal yang mendukung keberlanjutan dan ketahanan terhadap perubahan iklim.
 

Environesia Global Saraya

17 May 2023

environesia.co.id, Sukabumi - Menindaklanjuti kerjasama PT Environesia Global Saraya bersama Perhutani terkait Perijinan Pendirian Pabrik Serbuk Kayu Di Sukabumi Jawa Barat Tahun 2022 – PERHUTANI, Environesia menghadiri Rapat Koordinasi Pemeriksaan Formulir Kerangka Acuan (KA)) dalam rangka penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) untuk Rencana Pembangunan Pabrik Serbuk Kayu di RPH Hajuang Barat BKPH Lengkong, Kabupaten Sukabumi. Rapat ini diselenggarakan oleh Direktorat Pencegahan Dampak Lingkungan Usaha dan Kegiatan (PDLUK), Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. pada Rabu, (17/5) secara daring melalui pranala Zoom Meeting.

Rapat ini dipimpin Kasubdit Pengembangan Sistem Kajian Dampak Lingkungan Usaha dan Kegiatan - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutana, Farid Mohammad, ST., M.Env, serta dihadiri oleh Tim Pakar, Instansi Pusat dan Instansi Daerah baik Instansi di Provinsi Jawa Barat maupun Instansi di Kab. Sukabumi. Tujuan dari rapat koordinasi tersebut untuk membahas langkah-langkah penyusunan AMDAL yang tepat dan komprehensif dalam rangka pembangunan pabrik serbuk kayu yang direncanakan.

Rapat ini bertujuan untuk merumuskan lingkup dan kedalam metode studi Amdal, sehingga dapat mengarahkan Analisa Dampak Lingkungan (ANDAL) berjalan dengan efektif dan efisien. Selanjutnya PT Environesia Global Saraya menindaklanjuti seluruh Saran, Pendapat, dan Tanggapan yang telah disampaikan oleh para peserta Rapat.

Environesia sebagai Lembaga Penyedia Jasa Penyusunan (LPJP) Amdal yang dipercaya oleh Perum Perhutani, berkomitmen untuk memberikan kontribusi terbaik dalam proses penyusunan AMDAL ini, sehingga Pembangunan Pabrik Serbuk Kayu yang direncanakan dapat memenuhi prinsip-prinsip pembangunan yang berwawasan lingkungan. (admin/dnx)

Environesia Global Saraya

12 May 2023

environesia.co.id, Sleman – Tepat 7 tahun pada 3 Mei 2023, Environesia sebagai perusahaan konsultan lingkungan terdepan di Indonesia, merayakan "7th Year Anniversary Environesia Melampaui Batas”. Dikarenakan berdekatan dengan masa libur Idul Fitri 1444 H  seremoni dilaksanakan pada Senin, 8 Mei 2023 di lantai 3 Grha Environesia dihadiri oleh seluruh tim Environesia Group.

Puncak acara dilakukan dengan pemotongan tumpeng bersama oleh Direktur Utama Saprian, S.T., M.Sc., beserta jajaran Direksi lain seperti Direktur Keuangan Ayu Ramayani, S.E.,M.Ak., Direktur Operasional & Pengembangan Bisnis Andi Muhammad Faisal, S.T. dan Manajer Konsultan Yusuf Wiryawan, S.T., M.Ling. Bertepatan dengan suasana bulan Syawwal, pada agenda tersebut dialnjutkan acara halal bi halal serta jamuan prasmanan untuk makan siang.

Direktur Utama Saprian, S.T., M.Sc. mengungkapkan kebahagiannya melihat Environesia berhasil sampai ke titik tersebut, tidak lain karena dukungan tim yang selalu solid serta mitra kerja yang loyal.

Acara utama kemudian dilanjutkan dengan agenda Environesia Social Care, di mana Environesia membagikan 150 paket sembako kepada masyarakat yang tinggal di sekitar Grha Environesia, tepatnya di RW 42, Karangjati, Sinduadi, Mlati, Sleman. Ketua RW 42.

Rahmat Yunus selaku Kepala RW 42,mengungkapkan kebahagiannya karena Environesia dapat berbagi dengan masyarakat sekitar. Ia berharap agar Environesia semakin maju dan sukses serta dapat kembali berkolaborasi dengan masyarakat di masa depan.

Direktur Utama Saprian, S.T., M.Sc. juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat karena telah menerima keberadaan Environesia di lingkungannya. Ia berharap bahwa Environesia dapat terus hadir dan memberikan kontribusi positif kepada masyarakat di masa yang akan datang.

Dengan rangkaian kegiatan yang meriah, Environesia berhasil merayakan ulang tahun ke-7 dengan penuh kebahagiaan dan makna. Semoga Environesia terus memberikan solusi lingkungan yang berkelanjutan dan inovatif, serta dapat memperkuat kemitraan dan kontribusinya kepada masyarakat. (admin/dnx)

footer_epic

Ready to Collaborate with Us?

Dengan layanan konsultasi lingkungan dan uji laboratorium yang telah tersertifikasi KAN, Environesia siap menjadi solusi untuk kemudahan dan efisiensi waktu dengan output yang berkualitas